Liburan natal dan tahun baru mendongkrak tingkat hunian hotel di Surabaya, khususnya bintang tiga. Pasalnya, hotel-hotel bintang tiga rerata tidak memberlakukan persyaratan ketat seperti harus ada hasil tes swab atau PCR.

Salah satu hotel bintang tiga di kawasan Darmo mengungkapkan, tidak adanya ketentuan tersebut demi memudahkan para tamu yang hendak menginap.

“Kami enggak memberlakukan syarat itu untuk tamu-tamu luar kota. Cuma dites suhu badan saja dan menyiapkan hand sanitizer di kamar serta di lobi. Petugas hotel juga diwajibkan menggunakan masker dan face shield,” ungkap salah satu petugas hotel yang enggan disebutkan namanya kepada JPNN, Minggu (27/12).

Dia menceritakan, sejak pandemi Covid-19, okupasi hotel anjlok. Alhasil manajemen melakukan pengurangan tenaga kerja.

Manajemen juga melakukan penghematan biaya operasional dengan hanya membuka 50 persen kamar dari kapasitas yang tersedia.

“Enggak dibuka semuanya, kebetulan ada ketentuan Pemkot untuk membatasi tamu yang menginap untuk menghindari penyebaran Covid-19,” terangnya.

Dia mengakui, musim liburan natal dan tahun baru cukup memberikan angin segar untuk bisnis perhotelan. Sampai 1 Januari 2021, hotel full booking.

Kendati 50 persen kamar hotel sudah terisi, manajemen hotel masih enggan untuk menambah kamar lagi.

“Manajemen masih melihat situasi beberapa hari ke depan. Kalau misalnya banyak yang ingin menginap mungkin akan ditambah lagi walaupun tidak bisa 100 persen,” terangnya.

Untuk tarif kamar hotel, rerata tidak mengalami kenaikan. Tidak seperti tahun-tahun sebelumnya di mana saat liburan natal dan tahun baru, harganya meningkat sampai 25 persen. Apalagi saat malam tahun baru bisa naik 100 persen karena ada paket pesta tutup tahun.

Source : JPNN.Com